Pages

Sunday, November 13, 2016

Edgematching Geometri Secara Otomatis di ArcGIS

Share on :
Sumber gambar: http://cmapsanalytics.com/esri.html#gsc.tab=0

Ketika data spasial dibuat oleh orang, organisasi, atau di waktu yang berbeda, akan sangat mungkin terjadi perbedaan, terutama terkait interpretasi (citra atau foto udara). Misalnya, segmen sungai antara dua pelaksana pekerjaan bisa saja tidak terhubung satu sama lain. Jika data-data tersebut harus digabungkan, proses edgematching sangat diperlukan untuk menghasilkan geometri sekaligus atribut data spasial yang selaras.
Edgematching geometri dapat dilakukan secara manual dan otomatis. Secara manual, kita tinggal mengedit geometri objek agar terhubung satu sama lain. Untuk memudahkan proses edgematching, ArcGIS memberikan fasilitas dengan tools Edgematch Features. Tahap-tahap untuk melakukan edgematching secara otomatis menggunakan tools tersebut adalah sebagai berikut.
1.  Buka feature class yang akan di-matching­-kan. Pada contoh di bawah ini, ada dua feature class dari dua pelaksana pekerjaan yang tidak selaras secara geometri. Adapun segmen garis hitam adalah batas indeks pekerjaan masing-masing pelaksana (jika dalam pemetaan RBI bisa dianggap batas NLP).

2.      Buka ArcToolbox à Editing Tools à Conflation à Generate Edgematch Links. Tools ini digunakan untuk membentuk geometri penghubung antara dua feature class yang akan diselaraskan.

3.    Masukkan dua feature class tersebut sebagai Source Features dan Adjacent Features. Jarak maksimal dari link yang akan dibuat dimasukkan ke kolom Search Distance. Misal, jika angka yang diisikan adalah 50 dalam satuan Meters, maka link yang akan terbentuk panjangnya tidak akan lebih dari 50m.  

4.      Link yang terbentuk adalah garis hijau berikut ini.

5.      Buka ArcToolbox kembali, pilih Editing Tools à Conflation à Edgematch Features.

6.  Masukkan dua feature class pada kolom Input Features dan Adjacent Features (optional), link yang dibuat sebelumnya pada kolom Input Link Features, dan batas indeks pada kolom Border Features (optional). Metodenya bisa dipilih dari 3 opsi, yaitu:
      -          Move Endpoint: hanya memindahkan vertex terakhir saja
      -          Add Segment: menambahkan segmen baru sesuai dengan link yang sudah dibuat
    -   Adjust Vertices: mengubah keseluruhan vertex di sekitar segmen yang akan di-matching-kan, sehingga mempengaruhi ketelitian geometri dari feature class tersebut.
Pada contoh ini digunakan Move Endpoint karena dirasa merupakan opsi terbaik terkait dengan ketelitian geometrinya.

7.      Kedua feature class sudah matching.

1 comment:

Please write your comment here