Monday, July 25, 2016

Presentasi Spasial di Depan Audience Non-spasial

Sumber gambar: http://tweakyourbiz.com/marketing/2016/04/19/5-simple-tips-make-effective-presentation/

Spasial tidak dapat dikatakan sebagai bidang ilmu yang “populer” di Indonesia, meski secara implementasi sebenarnya sudah banyak aplikasi berbasis teknologi yang menggunakan data spasial. Ini tentunya menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para pelaku dan penggiat di dunia geospasial, bahwa ilmunya memang kurang begitu akrab di telinga masyarakat. Fakta tersebut membuat para pelaku geospasial tersebut tentu memerlukan strategi tersendiri ketika berbicara bidang keilmuannya di depan orang-orang non-spasial. Ini bisa terjadi ketika seseorang yang membutuhkan dan menggunakan peta, namun tidak memahami konsep dasar spasial, sehingga diperlukan teknik tersendiri dalam menjelaskan peta secara mudah. Bisa juga ketika kita menyampaikan sebuah materi dalam forum, namun audience kita bukanlah orang yang sebidang dengan keilmuan kita, dan ini sebenarnya lebih menantang karena terkait dengan banyak orang.

Wednesday, May 25, 2016

Sekilas tentang ArcGIS Data Reviewer


Layaknya sebuah produk yang diproduksi untuk digunakan orang banyak, data spasial –terutama terkait peta dasar– juga perlu melalui proses kontrol kualitas sebelum dipublikasi. Metode dalam melakukan kontrol kualitas beraneka ragam, namun pada umumnya parameter yang harus dipenuhi seperti didefinisikan oleh The ICA Commission of Spatial Data Quality berkaitan dengan ketelitian posisi, ketelitian atribut, kelengkapan, lineage, logical consistency, ketelitian semantik, dan informasi temporal.

Monday, May 23, 2016

Stereoplotting di Summit Menggunakan Data SAR

Sumber gambar: http://www.pcigeomatics.com

Membentuk Stereomate di Summit Menggunakan Data SAR

Sumber gambar: http://www.pcigeomatics.com

Untuk melakukan stereoplotting di Summit, kita perlu terlebih dahulu membentuk model 3D dari data dasar yang digunakan. Ketika menggunakan data Synthetic Aperture Radar/SAR, kita mempunyai dua data: Orthorectified Radar Image (ORRI) dan Digital Surface Model (DSM). Data ORRI dan DSM tersebut kemudian dibentuk stereomate yang akan digunakan sebagai pasangan image dari ORRI untuk membentuk model 3D.

Membentuk Summit Image Menggunakan Data SAR

Sumber gambar: http://www.pcigeomatics.com

Format Summit Image (.*smti) lebih diutamakan ketika kita memproses data raster menggunakan software Summit Evolution. Membentuk Summit Image dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut, dimana pada contoh ini data awal yang digunakan adalah data ORRI (Orthorectified Radar Image) dengan format TIFF.