Pages

Tuesday, May 22, 2012

Geodesi Merambah IT. Bolehkah?

Share on :

Banyak orang mempertanyakan tugas akhir saya (beberapa lebih akrab dengan istilah “skripsi”) yang mengambil topik mobile GIS. Sebagian besar yang bertanya adalah orang “non-Geodesi”, yang menganggap bahwa bidang itu sudah terlalu jauh dari disiplin ilmu saya sendiri, atau terlalu merambah dunia informatika. Bahkan ayah saya sendiri sempat mempertanyakan judul saya, apakah itu tidak terlalu bersentuhan dengan bidang ilmu komputer?
Jawabannya simple sebenarnya. Ketika bidang pemetaan tidak diberi sentuhan teknologi, ia hanya akan berkutat pada pemetaan tanpa proyeksi dan menggunakan posisi relatif terhadap posisi benda lainnya tanpa koordinat. Atau hanya akan menggunakan kertas yang lebar dengan pengukuran skala seadanya, menggunakan pilar batas hanya sebuah batu tanpa spesifikasi tertentu. Jawaban lainnya, dalam proses pembelajaran di kampus pun, mahasiswa jurusan Teknik Geodesi sudah harus bersentuhan dengan teknologi, meski baru sebatas penerapan, bukan pembuatan. Mulai dari penggunaan alat-alat survey yang kini sudah sebagian besar digital, software-software pengolahan data spasial, satelit pemetaan dan GPS yang makin hari makin berkembang, hingga teknologi-teknologi terbaru yang bahkan belum sempat dibahas dalam dunia perkuliahan.
Kembali ke mobile GIS. Berdasarkan analisa seorang pakar Geodesi UGM, Bapak Andi Arsana, kelemahan geodet-geodet saat ini adalah terlalu sibuk berkutat pada keilmuannya sehingga tidak memikirkan aplikasi sederhana pada bidangnya untuk masyarakat di sekitarnya. Dunia IT yang identik dengan programming sesungguhnya sangat membantu seorang geodet dalam mengaplikasikan karakter spasialnya dalam bentuk aplikasi yang lebih bermanfaat. Dengan pemahaman yang lebih kuat mengenai bidang spasial tentunya kita dapat menciptakan sebuah program yang mengaplikasikan pemahaman kita itu, tentunya jika kita memiliki pemahaman yang kuat pula dalam bahasa pemrograman. Mengkhususkan pada bidang spasial dan positioning adalah pilihan bijak dan ideal untuk seorang geodetic engineer yang ingin mempelajari dunia IT, bukan terlalu terfokus pada bidang pemrogramannya sehingga merambah ke bidang yang terlalu lebar. Karena pemrograman komputer bisa dipelajari, tapi pola pikir spasial membutuhkan proses pembelajaran yang tidak sebentar.
Ilmu itu bermanfaat bukan ketika ia terus menerus berkembang namun hanya berupa hasil penelitian yang ditumpuk menjadi sekumpulan jurnal. Bukan! Ilmu yang berarti tidak harus memiliki tingkat kerumitan tinggi namun hanya menjadi tanda tanya di masyarakat. Yang penting, meski sederhana, ia harus memberikan manfaat yang konkret untuk kehidupan manusia.
So, Geodesi merambah IT? Kenapa tidak?

Sumber gambar: http://cags.ou.edu/welcome.php

No comments:

Post a Comment

Please write your comment here