Segmentasi point
cloud LiDAR digunakan untuk membedakan sekumpulan point cloud berdasarkan
kesamaan fitur. Misalnya, segmentasi dapat digunakan untuk membedakan dan
memisahkan antar bangunan agar setiap bangunan dapat dibedakan untuk tujuan
berikutnya (misalnya untuk deteksi atau ekstraksi bangunan secara otomatis).
Thursday, April 2, 2020
Sunday, March 29, 2020
Klasifikasi Bangunan pada Data LiDAR Menggunakan Cloud Compare (Tutorial)
Cloud Compare
Pada artikel
sebelumnya, dijelaskan mengenai konsep klasifikasi bangunan menggunakan Cloud Compare merujuk pada paper Brodu & Lague (2012). Kali ini, artikel ini akan
lebih fokus pada step by step melakukan klasifikasi pada software tersebut.
Artikel ini tidak menjelaskan setiap parameter yang digunakan karena lebih
fokus pada aspek teknis pemrosesannya. Jika pembaca ingin penjelasan yang lebih
detail tentang setiap parameter dalam software Cloud Compare, pembaca bisa
me-refer ke paper Brodu & Lague (2012) atau Susetyo et al. (2020).
Saturday, March 28, 2020
Klasifikasi Bangunan pada Data LiDAR Menggunakan Cloud Compare (Konsep)
Cloud Compare
Pada artikel sebelumnya, kita belajar
mengenai pembuatan model bangunan 3D dari data LiDAR menggunakan software Terrasolid,
dimana salah satu tahapannya adalah klasifikasi point cloud sebagai
bangunan. Selain Terrasolid, beberapa software juga dapat melakukan
proses klasifikasi bangunan, dan salah satu perangkat open source yang
bisa melakukannya dengan sangat baik adalah Cloud Compare.
Wednesday, March 25, 2020
Konsep Pembentukan DEM Nasional (DEMNAS)
Sumber: http://tides.big.go.id/DEMNAS/
Ketersediaan
dan aksesibilitas data DEM (Digital Elevation Model) sangat dibutuhkan karena
DEM merupakan data masukan yang sangat penting dalam berbagai analisis spasial.
Oleh karena itu, DEM yang bersifat global dan open access layaknya SRTM
dan ASTER GDEM akan memberikan manfaat yang sangat besar serta mendukung
berbagai kebijakan yang bersifat spasial. Meski demikian, ketersediaan DEM
global dengan kualitas tinggi masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pada
tahun 2018, Indonesia melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) meluncurkan DEM seamless
yang mencakup seluruh wilayah di Indonesia, yang disebut dengan DEMNAS (DEM
Nasional). DEMNAS berawal dari tantangan untuk menghasilkan DEM seamless
nasional dari multi-sumber data karena ketersediaan DEM yang bervariasi dengan
spesifikasi yang berbeda-beda, seperti TerraSAR-X, IFSAR, dan Radarsat. DEMNAS
kini tersedia secara online dan dapat diakses dengan gratis di http://tides.big.go.id/DEMNAS/.
Monday, March 23, 2020
Pembentukan Model Bangunan 3D Menggunakan Data LiDAR
Jika pada
artikel sebelumnya kita membahas klasifikasi ground dan non-ground,
artikel ini akan membahas tahap selanjutnya, yaitu pemodelan bangunan 3D. Ini
adalah proses lanjutan dari hasil klasifikasi non-ground LiDAR yang
meliputi klasifikasi bangunan dan vegetasi serta vektorisasi model 3D. Semua
proses menggunakan software Terrasolid.
Saturday, March 21, 2020
Klasifikasi Ground dan Non-ground pada Data LiDAR
Selain foto udara dan citra satelit, LiDAR
merupakan salah satu alternatif data dasar yang dapat digunakan dalam proses
pemetaan. Teknologi LiDAR merepresentasikan permukaan bumi secara tiga dimensi dengan merekam posisi dan elevasi dari titik target dalam
bentuk koordinat x, y, z. Oleh karena itu, berbeda dengan data foto udara atau
citra satelit yang berformat raster, LiDAR adalah sekumpulan data point
cloud dengan kerapatan tertentu sehingga membentuk representasi permukaan 3D
yang dapat diproses untuk keperluan pemetaan atau hal lainnya.
Sunday, July 2, 2017
Perjuangan dan Perjalanan Menuju ISPRS Hannover Workshop 2017
Sumber gambar: https://www.ipi.uni-hannover.de/hrigi17.html
ISPRS,
singkatan dari International Society for
Photogrammetry and Remote Sensing. Sesuai namanya, organisasi internasional
ini sudah pasti menaungi para peneliti, akademisi, profesional, atau siapapun
yang tertarik dan menggeluti dunia fotogrametri atau penginderaan jauh. Aku
pertama kali mengetahui tentang organisasi ini saat bergabung dengan tempat
kerjaku sekarang, Badan Informasi Geospasial (BIG) sekitar tiga tahun yang
lalu.
Thursday, May 11, 2017
Konsep Pembentukan Model 3D Menggunakan Data SAR
Sumber gambar: http://www.dlr.de/dlr/en/desktopdefault.aspx/tabid-10377/565_read-436/#/gallery/350
Salah satu tahap dalam pemetaan rupabumi (RBI) adalah digitasi, yaitu ekstraksi fitur rupabumi dari data dasar yang digunakan. Data dasar tersebut dapat berupa foto udara maupun citra satelit, tergantung dari skala dan spesifikasi data yang akan dihasilkan.
Mengedit DEM Menggunakan TIN Editing di ArcGIS
Sumber gambar: https://helpdesk.louisiana.edu/arcgis
Dalam pembentukan DEM, selain akurasi yang
direpresentasikan dalam kualitas hasil statistik, juga perlu diperhatikan
mengenai kualitas visualnya. Kualitas visual berkaitan dengan tampilan DEM yang
baik, namun tetap harus memperhatikan realitas topografi yang sebenarnya, dalam
artian editing DEM untuk kepentingan
kualitas visual tidak boleh terlalu mengubah kondisi topografi secara
signifikan hingga tidak lagi merepresentasikan kondisi sebenarnya.
Friday, April 14, 2017
Menggunakan Aplikasi Trimble DL dalam Pengukuran Statik
Sumber gambar: http://www.appbrain.com/app/trimble-dl/com.trimble.trimbledl
Pengaturan alat GNSS dapat dilakukan dengan
beberapa cara -misalnya menggunakan controller,
namun untuk merk Trimble dapat dilakukan menggunakan aplikasi yang bernama
Trimble DL. Pengaturan yang dapat dilakukan menggunakan aplikasi ini cukup user friendly, sehingga memudahkan kita
dalam melakukan pengaturan. Berikut adalah tutorial pengaturan alat GNSS menggunakan aplikasi Trimble DL dalam pengukuran statik.
Saturday, January 14, 2017
Konversi Sistem Koordinat UTM ke Geografis Menggunakan Web RCN Montana
Sumber gambar: https://kartoweb.itc.nl/geometrics/Coordinate%20transformations/coordtrans.html
Dalam perkuliahan di jurusan Teknik Geodesi, mata kuliah
sistem transformasi koordinat dan sistem proyeksi merupakan salah satu yang
menantang (baca: terberat). Mata kuliah tersebut menuntut mahasiswa untuk dapat
menghitung konversi koordinat dengan akurat. Namun, sebenarnya kini
sudah banyak perangkat yang dapat melakukan konversi koordinat dengan cepat, termasuk
menggunakan web/online, salah satunya http://www.rcn.montana.edu/resources/converter.aspx. Berikut cara menggunakan web tersebut
untuk konversi koordinat UTM ke geografis.
Sunday, November 13, 2016
Edgematching Geometri Secara Otomatis di ArcGIS
Sumber gambar: http://cmapsanalytics.com/esri.html#gsc.tab=0
Ketika data
spasial dibuat oleh orang, organisasi, atau di waktu yang berbeda, akan sangat
mungkin terjadi perbedaan, terutama terkait interpretasi (citra atau foto
udara). Misalnya, segmen sungai antara dua pelaksana pekerjaan bisa saja tidak
terhubung satu sama lain. Jika data-data tersebut harus digabungkan, proses edgematching sangat diperlukan untuk
menghasilkan geometri sekaligus atribut data spasial yang selaras.
Saturday, October 1, 2016
Profil Singkat Profesi Surveyor Pemetaan
Sumber gambar: http://www.bls.gov/ooh/architecture-and-engineering/surveying-and-mapping-technicians.htm
Jika bicara
tentang profesi surveyor pemetaan, mungkin banyak orang awam yang belum terlalu
mengetahui pekerjaan ini. Jikapun sudah, mungkin hanya terbatas pada seseorang
yang keahliannya mengukur bidang tanah, karena memang itulah surveyor pemetaan
yang paling dekat dengan masyarakat. Padahal, jika mau ditelisik lebih dalam,
surveyor pemetaan adalah salah satu profesi yang cukup menjanjikan, dengan
ritme kerja yang –bisa dibilang– mengasyikkan.
Friday, August 5, 2016
Monday, July 25, 2016
Presentasi Spasial di Depan Audience Non-spasial
Sumber gambar: http://tweakyourbiz.com/marketing/2016/04/19/5-simple-tips-make-effective-presentation/
Spasial
tidak dapat dikatakan sebagai bidang ilmu yang “populer” di Indonesia, meski
secara implementasi sebenarnya sudah banyak aplikasi berbasis teknologi yang
menggunakan data spasial. Ini tentunya menjadi salah satu tantangan tersendiri
bagi para pelaku dan penggiat di dunia geospasial, bahwa ilmunya memang kurang
begitu akrab di telinga masyarakat. Fakta tersebut membuat para pelaku
geospasial tersebut tentu memerlukan strategi tersendiri ketika berbicara
bidang keilmuannya di depan orang-orang non-spasial. Ini bisa terjadi ketika seseorang
yang membutuhkan dan menggunakan peta, namun tidak memahami konsep dasar
spasial, sehingga diperlukan teknik tersendiri dalam menjelaskan peta secara
mudah. Bisa juga ketika kita menyampaikan sebuah materi dalam forum, namun audience kita bukanlah orang yang
sebidang dengan keilmuan kita, dan ini sebenarnya lebih menantang karena
terkait dengan banyak orang.
Wednesday, May 25, 2016
Sekilas tentang ArcGIS Data Reviewer
Layaknya
sebuah produk yang diproduksi untuk digunakan orang banyak, data spasial –terutama
terkait peta dasar– juga perlu melalui proses kontrol kualitas sebelum
dipublikasi. Metode dalam melakukan kontrol kualitas beraneka ragam, namun pada
umumnya parameter yang harus dipenuhi seperti didefinisikan oleh The ICA Commission of Spatial Data Quality berkaitan
dengan ketelitian posisi, ketelitian atribut, kelengkapan, lineage, logical consistency,
ketelitian semantik, dan informasi temporal.
Monday, May 23, 2016
Membentuk Stereomate di Summit Menggunakan Data SAR
Sumber gambar: http://www.pcigeomatics.com
Untuk melakukan stereoplotting di Summit, kita perlu terlebih dahulu membentuk
model 3D dari data dasar yang digunakan. Ketika menggunakan data Synthetic Aperture Radar/SAR, kita
mempunyai dua data: Orthorectified Radar
Image (ORRI) dan Digital Surface
Model (DSM). Data ORRI dan DSM tersebut kemudian dibentuk stereomate yang akan digunakan sebagai
pasangan image dari ORRI untuk
membentuk model 3D.
Membentuk Summit Image Menggunakan Data SAR
Sumber gambar: http://www.pcigeomatics.com
Format Summit Image (.*smti) lebih diutamakan
ketika kita memproses data raster menggunakan software Summit Evolution. Membentuk Summit Image dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah
berikut, dimana pada contoh ini data awal yang digunakan adalah data ORRI (Orthorectified Radar Image) dengan
format TIFF.
Friday, May 20, 2016
Cara Download DEM SRTM
Shuttle
Radar Topography Mission (SRTM) menyediakan DEM
global dengan resolusi horizontal yang terbagi menjadi dua, yaitu 1 arc-detik
atau SRTM 30m dan 3 arc-detik atau SRTM 90m. Data yang tersedia untuk umum
untuk wilayah di seluruh dunia adalah SRTM 90, sedangkan SRTM 30 hanya tersedia
untuk wilayah Amerika Serikat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- Alternatif Kuliah (2)
- Aplikasi Keilmuan (15)
- Motivasi (42)
- Teori (17)
- Tips dan Tutorial (55)



















