Pages

Wednesday, January 6, 2016

Attachment Foto pada Basisdata Spasial di ArcGIS (Otomatis)


Tutorial ini menggunakan tiga sampel data, yaitu Kantor Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong City Mall, dan Kantor Bupati Bogor.

Attachment Foto pada Basisdata Spasial di ArcGIS (Manual)


Tutorial ini menggunakan tiga sampel data, yaitu Kantor Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong City Mall, dan Kantor Bupati Bogor.

Attachment Foto pada Basisdata Spasial


Sumber gambar: https://www.iconfinder.com
Anda pasti sering melihat point marking dari sebuah objek pada Google Map yang dilengkapi dengan nama dan foto objek tersebut. Penamaan yang benar dengan disertai foto yang sesuai akan sangat mempermudah pengguna ketika ingin mengakses lokasi tersebut menggunakan peta. Nah, konsep sederhana tersebut sebenarnya juga dilakukan ketika membuat peta dasar yang penggunaannya jauh lebih luas (dan kompleks) dari sekedar untuk keperluan navigasi.

Monday, January 4, 2016

Menambahkan Nilai z ke Kontur Menggunakan ArcGIS


Pernahkah Anda mengalami kondisi ketika Anda memiliki kontur 2 dimensi, padahal Anda membutuhkannya dalam format 3 dimensi karena akan digunakan untuk analisis topografi? Kondisi itu terjadi ketika kita memiliki data vektor kontur yang masing-masing garisnya memiliki ketinggian di dalam atributnya, namun sebenarnya tidak memiliki nilai z di dalamnya. Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan ArcGIS. Syaratnya, masing-masing garis kontur sudah memiliki angka yang merepresentasikan ketinggiannya di dalam atributnya.

Mengekstrak Nilai z ke Data Vektor dari DEM Menggunakan ArcGIS



Unsur rupabumi seperti sungai atau jalan seharusnya memiliki ketinggian atau nilai z. Metode yang paling ideal untuk melakukan digitasi secara 3 dimensi adalah melakukan stereoplotting, atau melakukan digitasi dengan data dasar yang sudah dibentuk model stereonya sehingga kita dapat menentukan tinggi masing-masing objek yang didigitasi. Alternatif lainnya adalah melakukan digitasi secara 2 dimensi, kemudian ketinggian fitur tersebut diekstrak dari DEM (Digital Elevation Model) yang sudah kita punya. Hal tersebut dapat kita lakukan menggunakan ArcGIS dengan metode sebagai berikut.